Targetnya jelas, saat penutupan TMMD, pembangunan jalan harus rampung 100 persen.
Selain pembukaan jalan 5,5 kilometer, Satgas TMMD juga membangun Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), sumur bor untuk kebutuhan air bersih, serta memperbaiki fasilitas umum seperti musala.
Langkah ini diyakini menjadi pemicu perputaran roda ekonomi di Pulau Lepar. Akses yang terbuka akan mempercepat distribusi hasil pertanian, memangkas waktu tempuh, sekaligus menekan biaya angkut.
Selama ini, warga harus melewati jalur yang sulit dilintasi untuk menuju sawah. Ketika hujan turun, jalan menjadi licin dan berlumpur, bahkan tak jarang tak bisa dilalui kendaraan.
Dengan dibukanya akses baru, mobilitas masyarakat dipastikan lebih lancar. Hasil panen bisa lebih cepat sampai ke pasar.
Program TMMD yang berlangsung selama satu bulan ini bukan sekadar membangun fisik infrastruktur, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.
Kehadiran Satgas TMMD di Pulau Lepar menegaskan komitmen TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat, khususnya di wilayah terdepan dan terpencil. (*)
















