Satgas TMMD menargetkan seluruh pengerjaan fisik rampung sesuai jadwal pelaksanaan program yang berlangsung selama 30 hari.
Program TMMD ke-127 di wilayah ini tidak hanya menyasar pembangunan jalan dan drainase.
Sejumlah kegiatan fisik lainnya juga tengah dikerjakan, seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan sumur bor, serta perbaikan fasilitas ibadah.
Di sisi nonfisik, berbagai penyuluhan dan pelayanan sosial turut digelar untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Salah satu warga Desa Penutuk, Bagong, mengaku bersyukur atas pembangunan yang dilakukan melalui program TMMD. Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya seringkali menyulitkan warga saat musim hujan tiba.
“Kalau hujan, jalan becek dan sulit dilewati. Sekarang sudah dipasang gorong-gorong, jadi air tidak lagi menggenang. Kami sangat terbantu,” ujarnya.
Kehadiran TMMD di Pulau Lepar dinilai membawa dampak nyata bagi masyarakat desa, khususnya dalam memperkuat infrastruktur dasar yang menjadi penopang aktivitas ekonomi.
Melalui kolaborasi TNI dan warga, pembangunan di wilayah kepulauan tersebut diharapkan mampu mendorong peningkatan kesejahteraan secara bertahap dan berkelanjutan.
Dengan progres yang terus berjalan, Satgas TMMD memastikan seluruh sasaran fisik dan nonfisik dapat diselesaikan tepat waktu, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat di wilayah Bangka Selatan.
















