Selain itu, kata Zugito, keputusan ini juga ditetapkan sebagai bentuk penghargaan kepada mereka, terutama mengingat hubungan mereka yang telah terjalin dengan kepala daerah dan mitra di masing-masing provinsi.
“Jadi kebijakan ini supaya mereka merasa dihargai, walaupun hanya sebagai peninjau. Dan mereka juga terlanjur punya hubungan dengan kepala daerah dan mitra-mitranya di daerah,” ujarnya.
Terakhir, Zugito kembali menegaskan bahwa dalam Kongres Persatuan PWI 2025 yang akan dilaksanakan nanti hanya akan mengagendakan dua pemilihan, yakni pemilihan Ketua Umum PWI Pusat dan Ketua Umum Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat periode 2025–2030.
“Tidak ada agenda lain di luar itu. Agenda kita hanya fokus ke pemilihan Ketua Umum PWI Pusat dan pemilihan Ketua Umum DK,” tegasnya.
Untuk diketahui, rapat tersebut dihadiri dan diikuti secara lengkap oleh tujuh anggota SC Kongres Persatuan PWI 2025, baik itu secara luring maupun daring.
Empat anggota SC yang hadir secara langsung (luring–red), yakni Zugito, Totok Suryanto, Marah Sakti Siregar dan Diapari Sibatangkayu.
Sementara, tiga anggota SC lainnya, yakni Sekretaris SC IGMB Dwikora Putra serta Zacky Antoni dan Lutfil Hakim, hadir secara daring.
Tiga keputusan terbaru yang telah disepakati itu, kemudian disampaikan kembali dalam rapat Tim Verifikasi, yang dihadiri para anggota SC dan tiga perwakilan dari Organizing Committee (OC).
Yang mana, dalam rapat Tim Verifikasi itu, Ketua OC; Marthen Selamet Susanto, hadir secara daring. Sementara, Wakil Ketua OC; Raja Parlindungan Pane dan Sekretaris OC; Tb Adhi, hadir secara langsung.
(Humas/Kongres Persatuan PWI 2025)
















