Pada saat yang sama, pemerintah juga mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah terdampak karhutla.
Namun, Tito menekankan bahwa keberhasilan modifikasi cuaca sangat bergantung pada ketersediaan benih awan yang dapat disemai. Karena itu, pemerintah berharap kondisi atmosfer mendukung agar operasi tersebut dapat terus dilakukan untuk membantu pemadaman karhutla.
Selain menggunakan surfaktan, pemerintah juga menerapkan langkah alternatif untuk mengurangi dampak asap akibat karhutla.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan salah satu upaya tersebut dilakukan melalui OMC dengan menggunakan es kering (dry ice) untuk mengurangi konsentrasi asap karhutla.
Penyemaian dry ice ditujukan untuk membantu melabilkan atmosfer sehingga asap karhutla yang terperangkap dapat naik dan menyebar. Dengan demikian, konsentrasi asap diharapkan berkurang dan jarak pandang dapat membaik.
“Pada saat saya di Sumatera Selatan, sudah launching tentang dry ice,” katanya.
Dudung memastikan pemerintah terus berupaya menangani karhutla melalui berbagai langkah tersebut. Pemerintah, lanjut dia, juga akan memperkuat koordinasi lintas sektor agar penanganan berjalan efektif, baik dalam pemadaman api maupun pengendalian dampak asap, demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
“Perhatian pemerintah, Bapak Presiden, tentang karhutla ini sangat intens sekali, baik melalui Zoom maupun secara langsung. Oleh karena itu, perlu diketahui oleh seluruh rakyat Indonesia bahwa pemerintah akan terus memperkuat koordinasi demi keamanan, ketenteraman, dan kesejahteraan,” ujar Dudung.
Herman Yakub.
















