Sejumlah nelayan lain bahkan memilih tidak melaut lantaran takut bertabrakan dengan selang dan pipa ponton. Mereka juga mengeluhkan hasil tangkapan yang terus menurun akibat kekeruhan ekstrem di perairan.
“Kami mau turun mencari ikan bagaimana? Air sudah keruh sekali. Mesin ponton berisik, ikan pasti menjauh,” kata seorang nelayan di Keranggan.
Warga pesisir menilai razia di kawasan Batu Rakit sehari sebelumnya tidak memberi dampak berarti karena tidak diikuti pengawasan berkelanjutan di titik-titik rawan tambang ilegal.
“Kalau cuma razia sehari, besoknya pasti muncul lagi. Mereka hanya pindah lokasi saja,” keluh seorang warga.
Warga berharap pemerintah dan aparat memperkuat pengawasan agar aktivitas tambang ilegal benar-benar dihentikan, bukan sekadar dipindahkan sementara.
“Kami butuh laut ini aman untuk mencari makan, bukan dibanjiri ponton setiap hari,” tegas seorang nelayan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait maupun aparat kepolisian masih dalam upaya konfirmasi. (Belva)
















