Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Selatan

Selain Mobil Mewah, Gudang Timah dan Excavator Milik Asui Kaposang Ikut Disegel Bareskrim

×

Selain Mobil Mewah, Gudang Timah dan Excavator Milik Asui Kaposang Ikut Disegel Bareskrim

Sebarkan artikel ini
Selain Mobil Mewah, Gudang Timah dan Excavator Milik Asui Kaposang Ikut Disegel Bareskrim

Tak jauh dari kediaman Asui, petugas juga menyegel sebuah gudang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penggorengan dan penyimpanan timah. Garis polisi dipasang melintang di pintu pagar gudang berbahan seng tersebut.

Tak jauh dari gudang, satu unit alat berat excavator merek Kobelco berwarna biru juga terlihat dipasangi garis polisi. Sejumlah petugas tampak memastikan alat berat itu tidak dapat dioperasikan selama proses penyidikan berlangsung.

Langkah penyegelan terhadap gudang, kendaraan operasional, dan alat berat ini mengindikasikan penyidik tengah menelusuri lebih jauh dugaan keterkaitan sarana dan prasarana tersebut dengan aktivitas pertambangan maupun distribusi timah.

Pengembangan Kasus Penyelundupan

Penggeledahan ini merupakan rangkaian pengembangan kasus penyelundupan 7,5 ton pasir timah yang sebelumnya terungkap.

Kasus tersebut mencuat setelah otoritas maritim Malaysia mengamankan sebuah kapal pembawa timah tanpa dokumen resmi di perairan Pulau Pemanggil, Johor, pada Oktober 2025 lalu.

Sebanyak 11 anak buah kapal sempat diamankan sebelum akhirnya dipulangkan ke Indonesia. Dua diantaranya diketahui berasal dari wilayah Toboali, Bangka Selatan.

Dalam perkara tersebut, penyidik Tipidter Bareskrim Polri tengah memburu jaringan distribusi timah ilegal yang diduga mengirim komoditas tersebut ke luar negeri tanpa dokumen resmi.

Sebelumnya, penyidik Tipidter juga telah menyita satu unit perahu pengangkut yang diduga menjadi mata rantai distribusi pasir timah ilegal dari darat menuju kapal besar di tengah laut.

Perahu itu diamankan di kawasan Pantai Tanjung Kubu, Kabupaten Bangka Selatan. Penyidik menduga, pasir timah dari sejumlah titik tambang ilegal dikumpulkan, lalu dibawa ke laut sebelum dipindahkan ke kapal lain untuk dikirim ke luar negeri.

Direktur Tipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol Irhamni sebelumnya menegaskan pihaknya tidak hanya menindak pelaku lapangan, tetapi juga memburu aktor intelektual di balik jaringan tersebut.

“Pengusutan tidak berhenti di pelaku teknis. Kami telusuri sampai ke pihak yang mengendalikan dan membiayai,” tegasnya beberapa waktu lalu. (*)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel