Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
Berita

Sempat Tak Punya Ongkos, Ibu Ini Kembali Sekolahkan Anak Berkat Asrama Gratis Sekolah Rakyat

×

Sempat Tak Punya Ongkos, Ibu Ini Kembali Sekolahkan Anak Berkat Asrama Gratis Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonews.com Pati – Sawinah hidup dalam keterbatasan. Perempuan berusia 48 tahun itu menempati rumah beratap seng gelombang di Desa Poh Gading, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati. Tulisan “Keluarga Pra Sejahtera Miskin Penerima Bansos” tertera jelas di dinding rumahnya.

Siapa sangka, rumah tersebut menyimpan banyak cerita. Rumah ini menjadi saksi bisu atas jerih payah Sawinah dalam membesarkan dua buah hatinya.

Sejak dulu, kedua anaknya tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah. Suatu hari, suami Sawinah pamit merantau demi memperoleh penghidupan yang lebih baik. Namun hingga kini, ia tidak pernah kembali ke rumah sederhana itu.

“Bilangnya dulu merantau, tapi sudah berapa tahun (suami) tidak ada kabarnya, tidak ada apa-apanya sampai sekarang,” kenang Sawinah, dikutip Sabtu (25/4).

Alhasil, Sawinah pun berperan sebagai tulang punggung keluarga. Ia berjuang membiayai pendidikan dan memenuhi kebutuhan anak-anaknya dengan penghasilan seadanya.

Saat ini, ia mencari nafkah sebagai pedagang dengan penghasilan kotor rata-rata Rp50.000 hingga Rp100.000 per hari. Sawinah mengaku jumlah tersebut masih kurang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Namun, ia tetap berupaya mencukupkannya untuk kebutuhan sehari-hari.

“Ya dicukup-cukupkan, mau bagaimana lagi? Menghidupi anak dua,” jelas dia.

Keterbatasan ekonomi tersebut rupanya juga menjadi penghambat bagi anaknya, Bayu Laksono, untuk meneruskan pendidikan ke jenjang SMP.

Awalnya, Bayu sempat bersekolah di salah satu SMP di desanya selama sebulan. Namun, karena tidak punya uang untuk ongkos ke sekolah dan tidak ada yang mengantar, Bayu pun terpaksa mengurungkan niat untuk bersekolah. Peristiwa ini membuat hati Sawinah iba, terlebih Bayu selalu menangis karena sering tidak memiliki ongkos untuk berangkat ke sekolah.

Harapan kemudian muncul ketika Sawinah menerima informasi mengenai Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto di ponselnya. Sebagai seorang ibu yang peduli akan masa depan anaknya, ia pun bersikap proaktif menggali informasi yang lebih dalam lagi.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional