“Bangsa ini dibentuk dari beragam suku, bangsa, dan bahasa. Kalau tidak dikelola dengan baik, keberagaman ini justru bisa menjadi pemicu perpecahan,” tegasnya.
Senator yang pernah menjabat Bupati Bangka Barat periode 2010-2015 ini mencontohkan banyak negara lain yang hancur karena konflik internal. Ia tak ingin Indonesia mengalami nasib serupa.
“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan harus dikelola sebagai kekayaan bangsa guna mempererat persatuan. Inilah kekuatan kita jika mampu dikelola dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zuhri berpesan agar setiap peserta yang hadir dapat menjadi penyambung pesan kebangsaan di lingkungannya masing-masing, dimulai dari keluarga. Ia juga menekankan pentingnya memahami alinea keempat Pembukaan UUD 1945.
“Dengan memahami itu, rakyat akan tahu bagaimana peran masing-masing, baik sebagai warga negara maupun dalam mendukung peran pemerintahan. Kalau ini dipahami bersama, maka kita bisa bergandengan tangan dalam menjaga Indonesia tetap menjadi bangsa yang besar dan utuh,” pungkasnya.
Kegiatan sosialisasi ini sendiri diikuti dengan antusias oleh berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh pemuda, tokoh agama, hingga perwakilan organisasi kemasyarakatan. (*)
















