Kegiatan difokuskan pada pengangkatan lumpur, penyisiran sisa material banjir, serta penataan kembali area hunian agar lebih layak ditempati. Langkah ini dilakukan untuk membantu warga mempercepat pemulihan tempat tinggal, terutama pada bagian rumah yang tertutup endapan lumpur dan material sisa bencana.
Secara operasional, pembersihan dilakukan secara bertahap dan berbasis kebutuhan lapangan. Fasilitas umum seperti pasar dan akses jalan dibersihkan untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi dan distribusi, sementara aliran sungai ditangani guna mengurangi dampak lanjutan.
Pada saat yang sama, pemulihan rumah warga dilakukan agar keluarga terdampak dapat kembali menata kehidupan sehari-hari dalam lingkungan yang lebih sehat dan aman.
Kegiatan ini mencerminkan pendekatan terpadu, di mana TNI menitikberatkan pada normalisasi ruang publik dan pengurangan risiko melalui pembersihan pasar dan sungai, sementara Polri memperkuat aspek kemanusiaan dan pemulihan sosial dengan membantu pembersihan hunian warga.
Sinergi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan pascabencana sekaligus menekan potensi gangguan kesehatan lingkungan akibat lumpur, sampah, dan material yang masih tertinggal.
Herman Yakub.
















