Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Barat

Siswa SD di Mentok Nyaris Jadi Korban Penculikan

×

Siswa SD di Mentok Nyaris Jadi Korban Penculikan

Sebarkan artikel ini
Siswa SD di Mentok Nyaris Jadi Korban Penculikan
Siswa SD yang diduga nyaris jadi korban penculikan di Mentok. (Foto: tangkapan layar)

Kepala DP3AP2KB Bangka Barat, Sarbudiono, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan puluhan sekolah di Mentok untuk memperketat pengawasan saat jam pulang sekolah.

“Langkah pertama adalah memastikan anak tidak pulang sendirian dan penjagaan di gerbang sekolah diperketat. Kejadian ini memang mengejutkan, tapi kita tidak boleh panik,” ujarnya.

Sarbudiono menekankan bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama pemerintah, sekolah, dan orang tua. Ia juga mengingatkan pentingnya disiplin bersama, termasuk agar orang tua selalu menghubungi sekolah bila terlambat menjemput anak.

DP3AP2KB merujuk pada literatur KPAI dan UNICEF yang menyebut bahwa pelaku penculikan sering menggunakan bujuk-rayu dan imbalan kecil untuk mendekati anak.

Pola ini mirip dengan insiden di Mentok, di mana pelaku menawarkan permen untuk menarik korban masuk mobil.

“Taktik ini klasik tapi efektif. Oleh karena itu, anak harus diajarkan menolak pemberian dari orang asing dan menjauh jika ada gelagat mencurigakan,” jelasnya.

Untuk langkah jangka panjang, DP3AP2KB tengah mempertimbangkan penyusunan modul kurikulum perlindungan anak agar materi “Kenali Bahaya Orang Asing” diajarkan sejak kelas 1 SD.

Sarbudiono menekankan bahwa proses ini membutuhkan koordinasi dengan dinas terkait dan ahli pendidikan.

“Ini bukan pekerjaan instan. Kita harus memastikan model yang dipakai tepat dan bisa diterapkan,” tegasnya.

Terkait kasus percobaan penculikan ini, DP3AP2KB telah berkoordinasi dengan Polres Bangka Barat dan Polsek Mentok, termasuk unit PPA, untuk menyelidiki identitas dua pria yang diduga pelaku serta mobil hitam yang digunakan.

“Kami berharap kasus ini segera terungkap agar masyarakat bisa tenang,” kata Sarbudiono.

Insiden ini memicu kewaspadaan masyarakat. Guru-guru memperpanjang pengawasan di gerbang sekolah, orang tua lebih memperhatikan anak saat pulang, dan warga saling menjaga lingkungan sekitar.

“Perlindungan anak adalah kerja sama. Pemerintah hadir, sekolah bersiaga, dan masyarakat saling menjaga. Setiap anak yang pulang dengan selamat adalah harapan yang tidak boleh dicuri oleh siapa pun,” tutup Sarbudiono. (Belva)

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel