“Pastinya kami lebih semangat untuk belajar. Fasilitas baru, gedung baru, dan itu akan menambah semangat kami untuk lebih meraih ilmu dan prestasi,” ujar siswa yang dua hari lagi genap berusia 17 tahun tersebut.
Meski demikian, Aji mengakui sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran membutuhkan proses adaptasi, terutama penggunaan smart board atau Interactive Flat Panel (IFP) yang digunakan untuk memodernisasi metode pengajaran di sekolah.
“Karena kan beberapa siswa masih asing dengan smartboard ini. Tapi kalau untuk komputer, karena memang sudah diajar dari kelas 1, kami sudah mengenal basic-basic komputer. Jadi, kalau untuk komputer, kami tidak terlalu membutuhkan adaptasi berlebihan,” jelasnya.
Aji berharap bantuan revitalisasi dan digitalisasi pendidikan dapat terus diberikan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia agar mutu pendidikan nasional semakin maju dan mampu bersaing dengan negara-negara lain di Asia, seperti Jepang, Tiongkok, dan Korea.
“Lalu untuk ke depannya, lanjutkan program-program yang mendukung pendidikan di Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih karena telah mendukung program-program yang sangat baik dan bagus untuk pendidikan Indonesia. Terima kasih, Presiden Prabowo,” tutupnya.
Herman Yakub.
















