Sementara, pada aspek Kelancaran Distribusi (K3), lanjut Debby, Pemkab Bangka Selatan terus mendukung kelancaran arus logistik melalui pemeliharaan infrastruktur jalan dan optimalisasi fungsi pelabuhan pengumpan lokal agar distribusi bahan pangan tidak mengalami hambatan.
“Adapun Komunikasi Efektif (K4) diwujudkan melalui koordinasi rutin lintas sektor, penyediaan data perkembangan harga pangan secara berkala, serta edukasi kepada masyarakat agar berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan,” tambah Debby.
Lebih lanjut, Debby mengungkapkan berdasarkan data Indikator Perkembangan Harga (IPH) sejak Januari hingga pekan pertama Juli 2026, kondisi harga kebutuhan pokok di Kabupaten Bangka Selatan masih berada dalam kondisi relatif terkendali.
“Kami juga tetap memberikan perhatian khusus terhadap sejumlah komoditas yang kerap memengaruhi laju inflasi, seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, dan daging ayam ras,” tegasnya.
Debby berharap penerapan strategi 4K yang diterapkan Pemkab Bangka Selatan itu, dapat terus dioptimalkan melalui kolaborasi seluruh pihak sehingga mampu meredam dampak ketidakpastian ekonomi global terhadap perekonomian daerah.
“Melalui koordinasi yang semakin kuat, kami optimistis stabilitas harga pangan, pengendalian inflasi, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif di Bangka Selatan dapat terus terjaga demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Debby.
















