Sepanjang 2025, sebanyak 16.167 sekolah telah direvitalisasi. Sementara itu, revitalisasi terhadap 11.744 sekolah pada 2026 telah berjalan sekitar 70 persen. Atas arahan Presiden Prabowo, target revitalisasi diperluas menjadi 71.744 sekolah.
*Digitalisasi Pendidikan, Memperluas Akses Pembelajaran Modern*
Pemerintah juga mendorong pembelajaran yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi melalui program digitalisasi pendidikan. Sepanjang 2025, papan interaktif digital telah didistribusikan ke 288.865 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Pada 2026, setiap sekolah menerima tambahan tiga unit, dengan sasaran empat ruang kelas di setiap sekolah dilengkapi papan interaktif digital.
Kehadiran teknologi di ruang kelas diharapkan membantu guru menyampaikan materi dengan lebih interaktif dan memudahkan siswa memahami pelajaran. Proses belajar pun menjadi lebih menarik, sekaligus mendorong siswa terbiasa memanfaatkan teknologi untuk memperluas pengetahuan.
Dengan dukungan tersebut, anak-anak Indonesia di berbagai wilayah diharapkan memiliki bekal pengetahuan dan kemampuan yang semakin setara untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
*Magang Nasional, Menjembatani Lulusan Baru ke Dunia Kerja*
Setelah fondasi pendidikan diperkuat, perhatian pemerintah berlanjut pada transisi lulusan baru menuju dunia kerja.
Melalui Program Magang Nasional, pemerintah berupaya menjawab persoalan yang kerap dihadapi pencari kerja pemula: perusahaan membutuhkan pengalaman, sementara lulusan baru membutuhkan kesempatan untuk memperoleh pengalaman tersebut.
Program magang selama enam bulan dengan uang saku dari negara ini ditargetkan menjangkau 100 ribu peserta pada 2025 dan meningkat menjadi 150 ribu peserta pada 2026. Peserta menerima uang saku setara upah minimum kabupaten/kota serta sertifikat kompetensi sebagai bekal memasuki pasar kerja.
Hasil program tersebut juga mulai terlihat dari penyerapan tenaga kerja. Sekitar 30 ribu peserta program magang 2025 telah direkrut menjadi karyawan tetap oleh perusahaan tempat mereka menjalani magang.
*SMK Go Global, Membuka Peluang Karier hingga Mancanegara*
Peluang pengembangan talenta muda juga diperluas hingga pasar kerja internasional melalui program SMK Go Global. Presiden menjalankan program ini untuk menyiapkan tenaga kerja terampil yang dapat bekerja ke luar negeri melalui jalur yang legal dan aman.
Sejak pendaftaran dibuka pada 12 Agustus 2026, program tersebut telah menjangkau 7.239 peserta dari target 40.000 orang pada tahun ini.
Dalam jangka panjang, pemerintah menargetkan penyiapan 500.000 talenta hingga 2029, yang terdiri atas 300.000 lulusan SMK dan 200.000 masyarakat umum.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas pilihan karier bagi generasi muda Indonesia. Dengan pembekalan keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja dan persiapan yang memadai, lulusan pendidikan vokasi diharapkan mampu bersaing di tingkat internasional.
Rangkaian kebijakan tersebut memperlihatkan pendekatan pembangunan generasi muda yang menyeluruh. Pemerintah tidak hanya berupaya memastikan anak-anak tumbuh sehat dan memperoleh pendidikan, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi lulusan, serta membuka akses terhadap kesempatan kerja di dalam maupun luar negeri.
Herman Yakub.
















