Menurut Dandim Agus, kolaborasi TNI dan tenaga kesehatan di lapangan memperkuat sinergi lintas instansi dalam program kesehatan masyarakat.
“Kami berharap warga memanfaatkan Posyandu secara rutin, sehingga manfaat kesehatan bisa dirasakan secara maksimal,” ujarnya.
Warga Desa Penutuk menyambut positif program ini. Salah seorang ibu peserta, Siti Aminah, mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai pertumbuhan anak dan gizi seimbang.
“Biasanya saya hanya ikut Posyandu kalau ada imunisasi, tapi sekarang saya paham pentingnya memantau tumbuh kembang anak setiap bulan,” katanya.
Penyuluhan Posyandu menjadi contoh nyata bagaimana TMMD menggabungkan pembangunan fisik dengan penguatan sumber daya manusia.
Dengan pendekatan ini, TNI berharap tidak hanya membangun jalan atau fasilitas desa, tetapi juga menyiapkan masyarakat yang sehat, cerdas, dan mandiri.
“Sinergi TNI, tenaga medis, dan masyarakat seperti ini yang kami dorong terus. Pembangunan desa akan lebih bermakna jika masyarakatnya sehat dan sadar akan pentingnya kesehatan,” tutup Dandim. (*)



















