“Posbindu ini menjadi wadah deteksi dini. Dengan pemeriksaan rutin, kita bisa mengetahui faktor risiko sejak awal sebelum berkembang menjadi penyakit serius,” ujarnya di sela kegiatan.
Sementara itu, Dandim 0432/Bangka Selatan Letkol Inf Agus Wicaksono menegaskan bahwa TMMD tidak hanya menyentuh aspek pembangunan fisik seperti pembukaan dan peningkatan jalan desa, tetapi juga pembangunan mental dan kesehatan masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa tidak semata diukur dari infrastruktur yang berdiri, melainkan juga dari kualitas masyarakat yang sehat dan produktif.
Ia berharap kegiatan penyuluhan Posbindu ini mampu mendorong masyarakat Desa Penutuk lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
“TMMD adalah bentuk sinergi TNI dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain membangun sarana fisik, kami juga ingin membangun kesadaran hidup sehat agar masyarakat semakin mandiri dan produktif,” tegasnya.
Program TMMD Ke-127 sendiri menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan desa, baik dari sisi infrastruktur maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia. (*)
















