Komandan Kodim 0432/Bangka Selatan Letkol Inf Agus Wicaksono menegaskan, TMMD tidak hanya berbicara soal pembangunan fisik seperti jalan atau fasilitas umum lainnya.
Menurutnya, membangun desa juga berarti membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“TMMD adalah wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat. Lewat kegiatan karya bakti ini, kami ingin menumbuhkan kembali budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebersihan dan kerapian fasilitas umum merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah desa atau aparat semata.
Dandim juga mengapresiasi keterlibatan aktif masyarakat Desa Penutuk yang antusias mengikuti kegiatan sejak awal hingga selesai.
“Sinergi seperti inilah yang menjadi kekuatan utama TMMD. Ketika TNI dan masyarakat bergerak bersama, hasilnya akan jauh lebih terasa manfaatnya,” katanya.
Dengan adanya karya bakti ini, diharapkan kawasan pelabuhan dan pasar menjadi lebih bersih, sehat, serta mendukung aktivitas ekonomi warga.
Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan harmonis antara TNI dan masyarakat di Kabupaten Bangka Selatan, sekaligus menegaskan bahwa pembangunan desa bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Harapan kami, kebersamaan seperti ini tidak berhenti di TMMD saja. Gotong royong harus terus hidup dalam keseharian masyarakat, karena di situlah kekuatan desa sebenarnya,” tegasnya. (*)
















