Data tersebut menunjukkan besarnya potensi konektivitas antara layanan kedatangan internasional dan transportasi cepat menuju sejumlah destinasi di Jawa Barat.
Dengan akses pemesanan yang lebih praktis, penumpang internasional diharapkan dapat merencanakan perjalanan lanjutan dengan lebih mudah setelah menyelesaikan proses deklarasi kedatangan.
Di sisi lain, All Indonesia merupakan platform yang menyederhanakan proses deklarasi kedatangan melalui integrasi layanan keimigrasian, bea cukai, kesehatan, dan karantina dalam satu sistem.
Penumpang internasional dapat mengisi deklarasi sejak tiga hari sebelum kedatangan.
Hingga Oktober 2026, platform tersebut telah digunakan oleh 29.119.141 penumpang internasional.
Selain mengintegrasikan akses pemesanan tiket Whoosh, kerja sama Imigrasi dan KCIC juga mencakup pertukaran data dan informasi penumpang untuk mendukung pengawasan keimigrasian.
Pelaksanaannya tetap memperhatikan aspek keamanan serta perlindungan data pribadi.
Hendarsam menegaskan, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari implementasi semangat Imigrasi untuk Rakyat, yakni menghadirkan pelayanan publik yang modern sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, inovasi pelayanan tidak cukup hanya mengandalkan teknologi baru, tetapi juga harus mampu memangkas kerumitan dan meningkatkan kenyamanan masyarakat.
“Bukan sekadar menghadirkan teknologi baru, tetapi membuat perjalanan menjadi lebih mudah, cepat, dan nyaman,” tutup Hendarsam.
Herman Yakub.














