Mengetahui kejadian tersebut, Fakhruddin langsung melaporkan kepada Ketua PWI Babel, M Fathurrakhman. Informasi itu kemudian diteruskan ke pihak kepolisian.
Tak lama berselang, jajaran Polresta Pangkalpinang langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti.
Ketua PWI Babel, M Fathurrakhman yang akrab disapa Boy, menilai peristiwa ini patut menjadi perhatian serius dan tidak menutup kemungkinan ada motif lain di balik aksi tersebut.
“Kita melihat ini bukan sekadar tindak pidana biasa. Bisa saja ada kaitannya dengan aktivitas pemberitaan teman-teman di PWI Babel,” tegasnya.
Ia memastikan pihaknya akan segera membuat laporan resmi agar aparat penegak hukum dapat mengungkap pelaku, termasuk kemungkinan adanya aktor intelektual di balik kejadian tersebut.
“Tadi pihak Polresta sudah datang. Kita akan laporkan secara resmi agar pelaku dan dalang dari kejadian ini bisa diungkap,” katanya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kasus perusakan tersebut, termasuk mendalami motif pelaku yang meninggalkan jejak tulisan misterius di lokasi kejadian.
Peristiwa ini pun menimbulkan kekhawatiran di kalangan insan pers, sekaligus menjadi alarm keras atas potensi ancaman terhadap kebebasan dan aktivitas jurnalistik di daerah. (*)
















