Rina juga menekankan pentingnya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap partai berlambang pohon beringin tersebut.
Menurutnya, Golkar harus kembali eksis dan menjadi partai besar dengan mengedepankan kepentingan masyarakat.
“Kita harus solid, bekerja keras, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi. Kepercayaan masyarakat itu yang harus kita jaga,” katanya.
Tak hanya fokus pada legislatif, Rina juga mulai menyiapkan langkah untuk menghadapi kontestasi eksekutif ke depan, termasuk Pilkada Bangka Selatan 2030.
“Untuk eksekutif kita lihat ke depan, yang pasti kami akan menyiapkan kader potensial dan kader terbaik untuk bertarung di Pilkada 2030 nanti,” ujarnya.
Dalam upaya memperkuat basis pemilih, Rina menyebut pihaknya akan mulai menjalin komunikasi dengan kalangan generasi muda, khususnya Gen Z yang dinilai memiliki porsi besar dalam peta pemilih di Bangka Selatan.
“Gen Z ini salah satu target kita, karena sekitar 50 persen pemilih di Basel berasal dari kalangan ini. Kita akan membuka komunikasi dengan aktivis dan mahasiswa,” jelasnya.
Diketahui, perjalanan politik Rina Tarol tidak selalu mulus. Ia tercatat pernah dua kali mengikuti kontestasi Pilkada Bangka Selatan, namun selalu gagal meraih kemenangan.
Meski demikian, terpilihnya Rina secara aklamasi dalam Musda IV ini menjadi momentum baru bagi Partai Golkar Bangka Selatan untuk bangkit dan memperkuat konsolidasi politik ke depan.
Di tengah dinamika politik yang terus bergerak, arah Partai Golkar Bangka Selatan kini berada di tangan Rina Tarol dengan satu target besar: mengembalikan kejayaan partai berlambang pohon beringin itu di Bumi Junjung Besaoh. (*)














