Untuk mewujudkan visi tersebut, Ilpandri membeberkan lima fokus utama program kerja Kadin Bangka Selatan selama masa kepemimpinannya, yaitu:
1. Mendorong inovasi dan digitalisasi di berbagai sektor usaha agar pelaku usaha lokal mampu bersaing di era industri modern.
2. Mengembangkan kapasitas dan daya saing UMKM melalui pelatihan, pendampingan, serta akses pembiayaan.
3. Meningkatkan iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan dengan mendorong kemudahan berusaha dan kepastian hukum di daerah.
4. Menjadi jembatan komunikasi antara dunia usaha dan pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi pembangunan ekonomi.
5. Memperluas jejaring usaha lintas daerah dan nasional, agar produk dan potensi Bangka Selatan dapat dikenal lebih luas.
Ilpandri menegaskan, Kadin Bangka Selatan akan menjadi rumah besar bagi semua pelaku usaha, mulai dari pengusaha besar, UMKM, petani, nelayan, hingga pelaku ekonomi kreatif.
“Kita ingin membangun Kadin yang terbuka, inklusif, dan profesional. Semua harus dilibatkan, karena kemajuan ekonomi daerah hanya bisa dicapai dengan kerja sama lintas sektor,” ujarnya.
Ia optimistis, dengan sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat, Bangka Selatan bisa menjadi salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi paling progresif di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
“Periode 2025–2030 akan kita jadikan momentum kebangkitan ekonomi daerah. Dengan kolaborasi, inovasi, dan semangat gotong royong, Bangka Selatan bisa mandiri, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkasnya.
















