Tepat pukul 10.00 WIB pada Sabtu (17/8/2025), pasukan pengibar memasuki lapangan dengan langkah tegas. Saat komando pengibaran dikumandangkan, suasana mendadak hening.
Lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, disambut dengan sikap hormat seluruh peserta upacara.
Di balik khidmatnya prosesi, sempat terjadi momen menegangkan. Tali pengikat bendera tersendat di sela tiang. Namun dengan sigap, Paskibraka berhasil mengatasinya dan Sang Merah Putih tetap berkibar dengan anggun.
Sorak tepuk tangan dan tangis haru pun pecah dari barisan penonton. Bagi masyarakat, bendera itu bukan sekadar kain, melainkan simbol perjuangan dan kebanggaan.
Dalam amanatnya, Bupati Markus menegaskan bahwa semangat para Paskibraka mencerminkan jiwa kemerdekaan yang terus hidup.
“Pengibaran bendera ini adalah bukti nyata bahwa generasi muda Bangka Barat memiliki semangat juang yang patut diteladani. Meski dengan segala kesulitan, mereka tetap mampu menjaga kehormatan Merah Putih,” ujarnya.
Upacara ditutup dengan suasana penuh kebanggaan. Senyum lega terlihat di wajah Paskibraka setelah tugas berat mereka berhasil dituntaskan.
Peluh dan lelah terbayar lunas ketika Sang Merah Putih berkibar di langit Mentok, menjadi saksi keteguhan hati generasi muda Bangka Barat. (*)





















