“Penanaman pertama di 2 hektar ini jadi evaluasi kami. Ada beberapa hal yang harus diperbaiki, terutama dari faktor cuaca dan pemupukan yang harus lebih dimaksimalkan ke depannya,” jelas Try.
Ia mengungkapkan bahwa kendala utama yang dihadapi adalah pertumbuhan jagung yang belum merata, di mana ukuran tanaman berbeda-beda akibat cuaca yang kurang stabil.
Kondisi ideal pertumbuhan jagung, menurutnya, adalah cuaca yang stabil, panas namun tidak berlebihan, serta curah hujan yang tidak terlalu sering agar pH tanah tetap terjaga.
“Kalau hujan terlalu sering atau cuaca tidak stabil, pertumbuhan jagung jadi kurang maksimal. Ada yang besar, ada juga yang kecil,” tambahnya.
Try Anggoro berharap, melalui pengembangan pertanian jagung ini, BUMDes Cikoneng dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa.
Selain sebagai pondasi sektor pertanian, hasilnya diharapkan dapat kembali dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Harapan saya, pertanian ini bisa memutar dan menstabilkan kesejahteraan desa. Pondasinya kuat, dan manfaatnya kembali ke masyarakat,” pungkasnya.
Herman Yakub.
















