“Laskar itu ada di akar rumput. Maka harus bisa peka terhadap keresahan sesama di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Bagi Tina, politik tidak seharusnya berhenti pada perebutan posisi maupun kepentingan pribadi. Partai politik harus menjadi ruang perjuangan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Saya ingin berbuat untuk masyarakat sesuai dengan apa yang saya mampu dan saya bisa. Kalau tidak berjuang, mana mungkin kita bisa membantu masyarakat,” tegasnya.
Tina kemudian menceritakan pengalamannya ketika mendapat penugasan partai ke Bangka Belitung. Meski tidak mengenal wilayah maupun jaringan politik di daerah tersebut, ia tetap menjalankan instruksi partai dengan mendatangi PAC satu per satu.
“Saya ditempatkan partai di Bangka Belitung. Saya tidak kenal dan tidak tahu siapa-siapa, tetapi saya datangi setiap PAC. Itu membutuhkan perjuangan. Saya harus menggunakan pesawat untuk ke sana,” ungkapnya.
Bahkan ketika maju sebagai calon anggota DPR RI pada 2014 dan menyadari peluang kemenangan sangat berat, Tina mengaku tetap menjalankan mandat partai.
“Saya tahu kalah, tetapi saya tetap menjalankan perintah partai. Karena kalau kita mengatakan berjuang, artinya kita harus memahami situasi di tempat perjuangan kita,” katanya.
Ia pun mengingatkan agar perjuangan di dalam partai tidak disalahartikan sebagai jalan untuk memperkaya diri. Menurut Tina, menjadi bagian dari partai justru membutuhkan pengorbanan, baik waktu, tenaga maupun biaya.
“Kalau sekadar masuk partai untuk memperkaya diri, dari mana? Kita bekerja mungkin dibayar, tetapi masuk partai tidak dibayar. Justru kita keluar uang dan itu tidak sedikit,” ujarnya.
Karena itu, Tina meminta Laskar Gerindra tidak berhenti pada kebanggaan mengenakan seragam. Identitas sebagai laskar, kata dia, harus dibuktikan melalui kerja nyata dan manfaat yang diberikan kepada masyarakat.
“Jangan hanya bangga memakai seragam laskar kalau tidak bisa memberikan manfaat di lingkungan kita. Walaupun manfaatnya kecil, tetap harus ada manfaat yang bisa kita berikan,” tandasnya.
Herman Yakub.
















