Sementara itu, gini ratio di daerah perdesaan pada September 2025 tercatat sebesar 0,295. Angka ini turun dari 0,299 pada Maret 2025 dan 0,308 pada September 2024.
Berdasarkan ukuran ketimpangan Bank Dunia, distribusi pengeluaran pada kelompok 40 persen penduduk terbawah pada September 2025 tercatat sebesar 19,28 persen.
Jika dirinci, di daerah perkotaan angkanya sebesar 18,32 persen, sedangkan di daerah perdesaan mencapai 22,09 persen.
Data tersebut menunjukkan tren penurunan ketimpangan pengeluaran masyarakat Indonesia hingga September 2025, baik di tingkat nasional maupun wilayah perkotaan dan perdesaan.
Herman Yakub.
















