“Inovasi teknologi ini bertujuan untuk menghasilkan data yang lebih tepat dan mempercepat proses eksplorasi,” ujarnya.
Selain itu, PT Timah juga sedang mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk analisis mineral serta pemantauan sumber daya dengan menggunakan citra satelit.
Tidak hanya itu, penggunaan Unmanned Surface Vehicle (USV) untuk survei batimetri di laut juga menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam mencapai efisiensi biaya dan proses.
“Teknologi canggih sangat krusial dalam kesuksesan eksplorasi. Dengan data yang lebih detail dan akurat, kami dapat merancang strategi pengeboran yang lebih terukur dan mengurangi dampak terhadap lingkungan,” sambungnya.
Dalam upaya mengoptimalkan eksplorasi timah, PT Timah juga berfokus pada pengembangan mineral ikutan timah (MIT).
Perusahaan kini meningkatkan metode sampling untuk mengidentifikasi dan menginventarisasi mineral ikutan timah serta mengoptimalkan pengeboran coring di laut.
“Pengembangan mineral ikutan timah adalah fokus kami saat ini. Kami mulai memetakan MIT secara komprehensif sejak tahap eksplorasi untuk mengoptimalkan potensi sumber daya kami,” jelas Rendi.
Dengan adopsi teknologi terbaru ini, PT Timah berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan sumber daya timah di Indonesia, sekaligus mendorong inovasi di sektor pertambangan yang semakin modern dan ramah lingkungan.













