Selain pembangunan infrastruktur darurat, TNI juga mengerahkan 89 unit alat utama sistem senjata (alutsista) yang terdiri atas pesawat, helikopter, dan kapal perang Republik Indonesia (KRI).
Menurut Agus, alutsista tersebut hingga kini terus mendukung pendistribusian bantuan logistik, baik melalui metode airdrop maupun air landed.
KRI juga dikerahkan untuk mengangkut alat berat, peralatan kesehatan, tenaga kesehatan, serta mendukung kebutuhan kementerian dan lembaga lain.
“KRI membawa dukungan alat berat, alat kesehatan, mendukung membawa juga nakes, serta membantu kementerian dan lembaga lain seperti peralatan PLN, BBM, bahan pangan, genset, dan sebagainya,” kata Agus.
Adapun total logistik yang telah disalurkan mencapai 2.669,53 ton. Bantuan tersebut didistribusikan melalui jalur udara dan darat ke wilayah-wilayah terdampak bencana.
Herman Yakub.
















