Upaya serupa berlangsung di Kabupaten Bireuen. Di sektor Peusangan, personel TNI melaksanakan pembersihan rumah warga atas nama Bapak Yusup, Ibu Nana, dan Bapak Saifudin. Sementara di Peusangan Siblah Krueng, rumah Bapak Januar Amri juga dibersihkan dari sisa lumpur banjir. Di Kecamatan Samalanga, TNI membersihkan rumah Ibu Mardiah dan Ibu Salbiyah, termasuk lumpur yang mengendap di halaman samping rumah.
Tak hanya di Aceh, pembersihan rumah warga juga dilakukan di wilayah Sumatera Utara. Di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, personel TNI membersihkan lumpur, batang kayu, serta perabot rumah tangga yang rusak akibat banjir. Lumpur yang mengendap di dalam dan sekitar rumah warga dikeruk menggunakan cangkul dan sekop, kemudian diangkut dengan gerobak.
Sementara itu, di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, TNI membersihkan endapan lumpur yang telah mengering di halaman dan sekitar rumah warga. Lumpur dikeruk dan diangkut secara manual agar rumah warga kembali layak dihuni.
Kegiatan pembersihan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana, khususnya bagi warga lansia yang memiliki keterbatasan fisik. Kehadiran TNI di tengah masyarakat diharapkan dapat meringankan beban warga serta mempercepat kembalinya aktivitas kehidupan sehari-hari.
Herman Yakub.
















