Menurut Yudi, kenaikan belanja ini diprioritaskan untuk program strategis seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan kesehatan, dan pendidikan.
Selain itu, penerimaan pembiayaan daerah juga meningkat dari Rp 5,1 miliar menjadi Rp 15,6 miliar, dengan pengeluaran pembiayaan tetap Rp 20 miliar.
“Kita ingin ruang fiskal lebih longgar agar ada nafas untuk program-program yang menyentuh langsung masyarakat, seperti perbaikan jalan desa, fasilitas kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Banggar H. Badri Syamsu, SE, bersama jajaran pimpinan dan 14 anggota Banggar, menutup rapat dengan ketukan palu pengesahan.
Suasana paripurna diwarnai rasa lega setelah melalui proses pembahasan panjang dan alot. Yudi menegaskan, pengesahan ini bukan akhir dari tugas Banggar.
“Anggaran ini adalah peta. Tugas kita berikutnya adalah mengawal agar semua yang tertulis di sini benar-benar terlaksana untuk rakyat Bangka Barat,” pungkasnya. (blv)
















