“Materi ini diambil dari gim edukasi pada Ruang Murid di Rumah Pendidikan,” lanjutnya.
Melalui pendekatan kontekstual tersebut, siswa diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap isu lingkungan.
Yuli berharap pembelajaran ini dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap kelestarian alam.
“Harapannya, mereka akan lebih peduli terhadap kelestarian alam demi kehidupan yang lebih baik di masa depan,” ungkapnya.
Tahap ketiga menjadi momen refleksi diri yang bersifat personal.
Dengan memanfaatkan Papan Interaktif Digital, para siswa secara bergantian mengekspresikan ide dan cita-cita mereka secara kreatif.
“Tahap ketiga adalah refleksi, semua murid merefleksikan diri dengan tema ‘Aku Ingin Menjadi…’ langsung di Papan Interaktif Digital,” paparnya.
Menurut Yuli, kegiatan refleksi tersebut menjadi pemantik semangat belajar siswa agar lebih serius dalam menata masa depan.
Refleksi ini mendorong murid untuk mengikuti pembelajaran dengan sungguh-sungguh demi mewujudkan cita-cita mereka.
“Tetap semangat anak-anakku, never stop learning, friends,” pungkasnya.
Herman Yakub.
















