“Karena Tuatunu memang merupakan sentra penghasil nanas, kita harapkan produk-produknya bisa menembus pasar nasional,” ujarnya.
Selain pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kedua pihak juga membahas penguatan ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan kosong milik warga.
Program itu mencakup budidaya melon, semangka, dan komoditas hortikultura lainnya yang sebelumnya telah diuji coba oleh pihak Lapas di sejumlah lokasi.
“Ini akan menjadi contoh bagi masyarakat agar lahan kosong di sekitar rumah bisa dimanfaatkan secara produktif,” jelas Saparudin.
Untuk mendukung program tersebut, Lapas Kelas IIA Pangkalpinang juga telah memproduksi pupuk kompos yang akan dibagikan kepada masyarakat disertai pelatihan cara pembuatannya.
Audiensi turut dihadiri Wakil Wali Kota Pangkalpinang Dessy Ayutrisna, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Agustu Efendi, Camat Gerunggang Richard Syam, serta Lurah Tuatunu Iwan Bernadi.
Redaksi.
















