Kolaborasi Menjaga Alam dan Pariwisata
Lebih lanjut, Kapolres menegaskan pentingnya kolaborasi antara Polri, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta keamanan kawasan wisata.
Ia menilai, keindahan alam tidak akan berarti banyak tanpa adanya kesadaran bersama untuk melestarikannya.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi contoh kolaborasi positif. Ketika wisata tumbuh, ekonomi masyarakat juga ikut bergerak. Itu sejalan dengan semangat Polri hadir, dekat, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Wisata dan Kebersamaan Turun ke Hati Masyarakat
Suasana keakraban semakin terasa ketika rombongan tiba di puncak. Beberapa anggota tampak bersenda gurau, menikmati udara segar sambil memandangi hamparan hijau yang terbentang luas.
Beberapa lainnya tak melewatkan kesempatan untuk berfoto di spot-spot menarik, mengabadikan momen kebersamaan yang jarang mereka rasakan di tengah padatnya tugas.
Kegiatan sederhana ini meninggalkan kesan mendalam bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai bagian dari masyarakat yang ikut mencintai dan memajukan daerahnya.
Bagi warga Bangka Barat, kehadiran Kapolres dan jajarannya di Bukit Kukus menjadi simbol sinergi baru: bahwa keamanan, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat bisa tumbuh berdampingan.
Wisata bukan semata urusan dinas pariwisata, tetapi tanggung jawab bersama, termasuk aparat keamanan yang turut menjaga keindahan alam dan ketertiban lingkungan.
Olahraga yang Penuh Makna
Hiking pagi itu berakhir dengan senyum lebar dan napas lega. Namun maknanya jauh lebih dalam dari sekadar olahraga. Ada pesan moral yang tersampaikan: menjaga tubuh agar tetap sehat sama pentingnya dengan menjaga alam agar tetap lestari.
Di Bukit Kukus, harmoni antara alam, masyarakat, dan aparat keamanan benar-benar terasa nyata. Kesejukan udara pagi berpadu dengan semangat kebersamaan menciptakan gambaran indah tentang bagaimana pariwisata dan rasa persaudaraan bisa tumbuh dari langkah-langkah kecil menuju puncak yang sama. (blv)
















