SEKILASINDONEWS.COM– Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani mendorong pengelolaan zakat agar tak lagi sebatas bantuan sosial, melainkan menjadi modal produktif yang mampu mengangkat pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas.
Komitmen itu ditunjukkan saat Hidayat meluncurkan Program Z-Preneur Vol. 1 bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel ST 12, Sungailiat, Rabu (22/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, ratusan pelaku UMKM menerima bantuan modal usaha, perlengkapan usaha, hingga pembiayaan mikro.
“Zakat tidak boleh berhenti hanya sebagai jaring pengaman sosial. Zakat harus menjadi bahan bakar kemandirian ekonomi rakyat. UMKM adalah tulang punggung perekonomian Bangka Belitung yang wajib kita kawal bersama,” kata Hidayat Arsani.
Bantuan yang disalurkan meliputi tambahan modal usaha Rp67,5 juta bagi 27 pelaku UMKM, booth container dan perlengkapan usaha senilai Rp50 juta untuk lima pelaku usaha, serta program Microfinance BAZNAS RI senilai Rp500 juta yang diberikan kepada 170 penerima manfaat tahap pertama di lima lokasi.
Selain penyaluran bantuan, Hidayat juga menyaksikan penandatanganan Surat Keputusan pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa dan meresmikan booth container UMKM sebagai bagian dari penguatan ekosistem usaha kecil di Bangka Belitung.
Ketua BAZNAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Zulhadi, mengatakan pembentukan UPZ desa menjadi langkah strategis untuk memperluas penghimpunan sekaligus memastikan penyaluran zakat lebih tepat sasaran.
















