Dalam kesempatan itu, Saparudin juga menyoroti ancaman kekeringan yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Oktober. Pemkot Pangkalpinang telah menetapkan status siaga bencana setelah berkonsultasi dengan BNPB.
Pemkot kemudian mengusulkan bantuan pembangunan sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak.
“Dari status siaga bencana itu, kita mengusulkan ke BNPB pusat. Insyaallah, kita akan mendapat sumur bor yang nantinya menjadi sumber air untuk membantu masyarakat,” ujarnya.
Saparudin berharap usulan tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh akses air bersih saat kekeringan. Sementara itu, kegiatan Temberan Tersenyum diharapkan memperkuat kepedulian sosial dan gotong royong di lingkungan masyarakat.
















