Menurutnya, Pemerintah Kota Pangkalpinang selama ini terus melakukan penguatan sektor kesehatan melalui pengembangan Rumah Sakit Depati Hamzah, peningkatan fasilitas puskesmas, hingga pembangunan sejumlah puskesmas pembantu.
Namun demikian, kebutuhan dokter spesialis masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan agar pelayanan kesehatan masyarakat dapat semakin optimal.
“Secara fisik infrastruktur kesehatan kita sudah cukup baik. Tetapi sarana prasarana, peralatan, tenaga medis maupun paramedis masih menjadi tantangan yang harus kita selesaikan bersama,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap kepengurusan IDI Cabang Pangkalpinang yang baru dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus membantu mencarikan solusi terhadap kebutuhan dokter spesialis.
“Kami siap berkolaborasi dan berkonsultasi dengan IDI. Bagaimana ke depan pemenuhan dokter spesialis di rumah sakit maupun puskesmas bisa lebih cepat sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin baik,” tegasnya.
Selain fokus pada layanan pengobatan, Pemkot Pangkalpinang juga terus mendorong penguatan program kesehatan preventif melalui berbagai kegiatan di tingkat masyarakat, termasuk posyandu, sebagai langkah mendeteksi dan mencegah berbagai persoalan kesehatan sejak dini.
Saparudin berharap sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi profesi kedokteran dapat semakin kuat sehingga berbagai tantangan di sektor kesehatan, termasuk kekurangan dokter spesialis, dapat diatasi secara bertahap.

Sementara itu, pelantikan Pengurus IDI Cabang Pangkalpinang periode 2026-2029 menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara tenaga medis dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas, merata, dan mudah diakses oleh seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang. (*)
















