Selain itu, Saparudin mengumumkan rencana pembangunan SMP Negeri 11 dan SMP Negeri 12 sebagai langkah pemerataan akses pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang, Erwandy, menjelaskan bahwa total penerima bantuan mencapai 1.041 siswa dengan nilai anggaran Rp1,095 miliar.
Rinciannya :
PAUD : 200 siswa × Rp800 ribu = Rp160 juta, PKBM : 60 siswa × Rp1,25 juta = Rp75 juta, Anak tidak sekolah : 63 anak × Rp1,2 juta = Rp75 juta, SD : 450 siswa × Rp1 juta = Rp450 juta, SMP : 268 siswa × Rp1,25 juta = Rp335 juta
“Program ini merupakan realisasi janji politik Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk memastikan tidak ada anak Pangkalpinang yang putus sekolah karena alasan ekonomi,” ujar Erwandy.
Melalui program Anak Tidak Sekolah (ATS), Dinas Pendidikan bekerja sama dengan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) di 42 kelurahan untuk mendata serta mendatangi langsung anak-anak yang belum bersekolah.
“Dari lebih 200 anak yang kami data, 63 di antaranya telah bersedia kembali bersekolah. Kami akan terus menelusuri agar tidak ada anak yang tertinggal,” katanya.
Erwandy menambahkan, bagi anak yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal karena faktor usia, pemerintah memfasilitasi melalui pendidikan nonformal di PKBM paket A, B, dan C.
“Tidak ada alasan anak Pangkalpinang tidak sekolah karena biaya.
Pemerintah hadir untuk memastikan akses pendidikan bagi semua,” tegasnya.
Redaksi.
















