“Saya ingat betul, rata-rata guru SMP saya dulu merupakan alumni FKIP Unsri. Sampai hari ini peran alumni FKIP masih sangat signifikan bagi pendidikan di Bangka Belitung,” ujarnya.
Saparudin yang juga alumni FKIP Unsri turut menceritakan pengalamannya saat menempuh pendidikan diploma tiga di Palembang melalui program pemerintah untuk pemenuhan tenaga guru.
“Kami dulu mencari kuliah yang gratis, bahkan mendapat beasiswa. Itu bagian dari program pemerintah untuk memenuhi kebutuhan tenaga guru,” katanya.
Ia menilai tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks karena perubahan teknologi yang sangat cepat, sehingga guru dituntut terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi.
“Pendidikan adalah hal yang sangat penting dan krusial untuk membina generasi masa depan kita, terutama di era digital seperti sekarang,” kata Saparudin.
Redaksi.
















