“Sudah pernah kami tegur, tapi tidak diindahkan. Aktivitas mereka sudah berjalan sekitar 2 bulan,” katanya pada media ini.
Warga lain juga menyampaikan kekhawatiran serupa. Menurutnya, jalan yang rusak dan aktivitas truk bertonase besar sangat berisiko, terutama bagi keselamatan anak-anak yang sering bermain di gang.
”Jalan sudah rusak aspal dan plat deker di simpang. Memang hari ini sudah ditimbun pakai pasir sekitar dua truk, tapi tetap saja jalan jadi berdebu dan becek kalau hujan,” ujarnya.
Warga mengaku, jalan yang rusak dan berlubang akibat dilalui dump truk selama ini dibiarkan begitu saja dan tak ada itikad baik dari pihak pengelola aktivitas tersebut.
“Itu juga baru pagi tadi mereka nembok jalan yang berlubang itu menggunakan tanah puru, sebelumnya gak pernah digubris. Padahal yang merusak mereka,” cetus warga sambil menunjuk ke arah jalan yang rusak.
Seperti diketahui, aktivitas ini bukan hal baru. Area tersebut dulunya juga pernah menjadi lokasi tambang timah ilegal. Namun setelah beberapa kali sempat ramai diberitakan, aktivitas tambang tersebut dihentikan oleh pihak kepolisian karena jaraknya terlalu dekat dengan permukiman warga di Jalan Slamet Tikung Yaden Toboali.
Bahkan, aktivitas tambang yang sempat viral beberapa waktu lalu itu disebut-sebut milik seorang penambang berinisial JG. Dan aktivitas saat ini dengan modus pengangkutan tanah menggunakan dump truk juga disebut-sebut dilakukan oleh orang yang sama. Nama inisial JG kembali disebut-sebut sebagai pihak di balik dugaan aktivitas pengangkutan tanah yang diduga berisi kandungan pasir timah.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut masih dalam upaya konfirmasi. (*)
















