SEKILASINDONEWS.COM — Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yogi Maulana, menyoroti sejumlah persoalan serius dalam kemitraan penambangan timah yang dijalankan PT Timah, mulai dari fluktuasi harga timah, ketidakkonsistenan sistem penilaian di lapangan, hingga keterlambatan pembayaran kepada mitra usaha.
Yogi meminta PT Timah segera membenahi sistem pembayaran dan memastikan prinsip keadilan bagi para mitra. Menurutnya, persoalan harga timah sudah lama menjadi keluhan masyarakat dan perlu ditangani secara serius.
“Masalah harga timah ini sudah banyak dibahas. Kemudian ada aduan dari masyarakat terkait SN, di mana kondisi di lapangan berbeda, dan ketika sudah ditetapkan secara definitif hasilnya juga berbeda. Ini tentu menjadi perhatian,” kata Yogi, Selasa (20/2/2026).
Selain harga, Yogi juga menyoroti komitmen PT Timah terkait waktu pembayaran kepada mitra. Ia menyebut, perusahaan sebelumnya menjanjikan pembayaran dalam waktu empat hari, namun realisasinya kerap molor hingga lebih dari satu bulan.
“Kami sudah bertemu dengan Direktur Utama dan Direktur Keuangan PT Timah. Katanya pembayaran empat hari, tapi kenyataannya bisa sampai satu bulan lebih. Ini harus dibenahi,” tegasnya.
Di sisi lain, Yogi mengapresiasi peran Satuan Tugas (Satgas) yang dinilai turut membantu kelancaran aktivitas produksi PT Timah.
















