30 Paskibraka Babel Dapat Arahan Khusus Dari Sekda Naziarto

Sekertaris Daerah (Sekda) Kepulauan Bangka Belitung, Naziarto memberikan arahan kepada 30 anggota Paskibraka (Foto Istimewa)

Sekilasindonews.com, PANGKALPINANG – Sekertaris Daerah (Sekda) Kepulauan Bangka Belitung, Naziarto memberikan Arahan kepada 30 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kepulauan Babel, di Kantor BKPSDMD Provinsi Kep. Babel, Air Itam, Pangkalpinang, Minggu (6/8/2023).

Dalam arahan, Naziarto menyampaikan tentang penanaman nilai-nilai ideologi dan kecintaan terhadap NKRI.

“Ada beberapa prinsip yang harus kalian (Paskibraka, red) pegang teguh, yaitu tentang bagaimana kalian harus Konsisten, Komitmen, dan Konsekuen. Selain itu juga kalian harus menerapkan Profesional, Proporsional, dan Perfeksionis,” ujar Naziarto, saat memberi arahan ke 30 Paskibraka.

“Saya yakin jika itu kita terapkan pada diri kita, orang akan menilai bagaimana diri kita, dan jiwa leadership akan tumbuh didalam diri kita,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, para anggota Paskibraka juga dapat berdiskusi langsung lewat sesi tanya jawab, selain itu pemberian motivasi-motivasi tersebut dilakukan karena mereka merupakan calon-calon pengisi Generasi Emas 2045.

Naziarto berpesan, jika ingin maju mulailah dari diri sendiri, bukan dari orang lain.

“Kalian adalah yang akan merasakan nikmatnya 2045 nanti. Pada tahun tersebut, kalian berusia 39 hingga 40 tahun, ini adalah umur yang sempurna,” ungkapnya.

Filosofi usia ini dijelaskannya adalah usia yang tepat seorang manusia dikatakan maju. Usia 40 tahun ini seseorang akan memiliki jiwa-jiwa kepemimpinan, di usia inilah seseorang dikatakan maju atau tidak maju.

Seorang pemimpin, lanjutnya adalah orang yang bisa mengayomi orang lain, memimpin orang lain menjadi terpimpin. Apa yang dipimpin, orang lain menuruti pemimpin.

“Nanti jika kalian berkesempatan diberikan amanah ini, jadilah seorang pemimpin, bukan pimpinan,”

Bagi Naziarto, para Anggota inilah yang akan menuju Indonesia Emas 2045 yang memiliki rentang waktu 22 tahun ke depan. Usai pendidikan menengah atas, dirinya ingin agar semua melanjutkan berkuliah. Menuntut ilmu antara perempuan dan laki-laki adalah sama, wajib tanpa perbedaan.

“Jangan setengah-setengah, misalnya kuliah sambil bekerja, nantinya tidak terfokus. Selesai kuliah barulah mencari pekerjaan, agar hasilnya tidak sedang-sedang saja.

“Tanamkanlah pada diri bahwa diri sendirilah yang tahu potensi diri, karena ini adalah jati diri,” ujarnya. (Nona)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *