Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
BeritaNasional

Presiden Resmikan PLTS di Wilayah 3T, Kurangi Ketergantungan pada BBM

×

Presiden Resmikan PLTS di Wilayah 3T, Kurangi Ketergantungan pada BBM

Sebarkan artikel ini
Presiden Resmikan PLTS di Wilayah 3T, Kurangi Ketergantungan pada BBM
Foto udara tower transmisi Saluran Udara Tingkat Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Luwuk dan Gardu Induk (GI) Luwuk di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Presiden Resmikan PLTS di Wilayah 3T, Kurangi Ketergantungan pada BBM

SUMEDANG, SEKILASINDONEWS.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, meresmikan enam Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) pada Senin (20/1/2025).

Peresmian ini merupakan bagian dari 37 proyek ketenagalistrikan di 18 provinsi yang bertujuan mendukung transisi energi menuju penggunaan energi terbarukan. Seremoni berlangsung di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, Sumedang, Jawa Barat.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk mencapai swasembada energi dalam lima tahun mendatang guna mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya transformasi menuju energi terbarukan dan menciptakan kemandirian energi nasional.

“Indonesia menjadi salah satu negara yang paling maju dan konsisten dalam transformasi dari energi fosil ke energi terbarukan. Ini bukan hanya janji, tetapi langkah nyata yang akan menghemat impor energi dan menjadikan kita swasembada energi,” ujar Presiden Prabowo.

6 PLTS di Wilayah 3T

Dari 37 proyek yang diresmikan, enam PLTS dibangun di wilayah 3T, meliputi lima PLTS di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, dan satu PLTS di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kelima PLTS di Sumenep, yaitu PLTS Saur (150 kWp), PLTS Sepangkur Kecil (50 kWp), PLTS Pajangan (25 kWp), PLTS Sapapan (50 kWp), dan PLTS Sadulang Kecil (50 kWp), mampu mengurangi penggunaan bahan bakar minyak (genset) hingga 6.078 liter per tahun.

Selain itu, kelima PLTS ini menghasilkan energi hijau sebesar 22 ribu kWh per tahun yang melistriki 597 rumah di daerah tersebut.

Sementara itu, PLTS Tanamalala di Kepulauan Selayar dengan kapasitas 189,6 kWp mampu mengurangi penggunaan BBM genset hingga 29 ribu liter per tahun dan menghasilkan energi hijau sebesar 197 ribu kWh. Proyek ini melistriki lebih dari 185 rumah sekaligus mengurangi emisi karbon sebesar 415 ton per tahun.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional