Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Barat

Nelayan Belo Laut Murka, Patok Batas Laut Dicabut Penambang Ilegal

×

Nelayan Belo Laut Murka, Patok Batas Laut Dicabut Penambang Ilegal

Sebarkan artikel ini
Nelayan Belo Laut Murka, Patok Batas Laut Dicabut Penambang Ilegal

Nelayan Belo Laut Murka, Patok Batas Laut Dicabut Penambang Ilegal

SEKILASINDONEWS.COM – Suasana di perairan Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, kembali memanas. Sejumlah nelayan setempat mendadak murka setelah mendapati patok batas laut di sekitar Jetty nelayan dicabut oleh penambang timah apung ilegal, Kamis (6/11/2025).

Aksi pencabutan patok itu memicu kemarahan warga karena dianggap melecehkan kesepakatan bersama antara nelayan dan aparat, sekaligus bentuk provokasi terhadap ruang hidup nelayan yang selama ini bergantung pada laut.

“Sudah tiga hari ini mereka (penambang) kerja. Sekarang makin dekat ke jetty,” ujar Jupri, salah satu nelayan Belo Laut, di depan Bhabinkamtibmas Desa Belo Laut, Aiptu Amra, yang turut berada di lokasi.

Sementara, Aiptu Amra mengakui, tindakan para penambang sudah melampaui batas. Ia menegaskan aspirasi warga akan segera dilaporkan ke Kapolsek Mentok untuk ditindaklanjuti.

“Mereka ini dikasih hati minta jantung. Warga sudah menahan diri, tapi sekarang sabar mereka habis. Ini akan kami teruskan,” tegasnya.

TI Apung Makin Dekat Jetty Nelayan

Pantauan di lapangan menunjukkan aktivitas tambang ilegal di kawasan Dusun 3 Desa Belo Laut telah berlangsung hampir satu bulan terakhir.

Meskipun aparat desa dan kepolisian setempat sudah berulang kali memberikan teguran, para penambang tidak mengindahkannya.

Dalam tiga hari terakhir, jarak TI apung yang beroperasi semakin mendekati garis Jetty nelayan hingga memicu amarah warga.

Warga khawatir tambang tersebut akan merusak jalur keluar masuk kapal nelayan dan menimbulkan kerusakan lingkungan di sekitar pesisir.

“Sekarang mereka kerja arah jetty, nanti ke mana lagi? Mau ke laut terbuka pula? Ini sudah keterlaluan,” ujar Mang Totok, tokoh masyarakat Belo Laut.

Kerusakan Mangrove dan Lingkungan

Dari dokumentasi visual yang diterima redaksi, tampak sejumlah pohon mangrove jenis perepat mati dan sebagian tumbang akibat aktivitas tambang.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel