Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Barat

Rumah Kolektor di Tempilang Diduga Jadi Titik Pengumpul Timah Ilegal

×

Rumah Kolektor di Tempilang Diduga Jadi Titik Pengumpul Timah Ilegal

Sebarkan artikel ini
Rumah Kolektor di Tempilang Diduga Jadi Titik Pengumpul Timah Ilegal

Rumah Kolektor di Tempilang Diduga Jadi Titik Pengumpul Timah Ilegal

SEKILASINDONEWS.COM – Sebuah rumah warga di Tempilang diduga menjadi titik pengumpul utama aliran timah ilegal dari Air Lintang, Kadur, hingga sejumlah titik tambang kecil lain yang tidak tercatat dalam peta perizinan.

Hilir-mudik mobil pickup yang keluar masuk hampir setiap hari membuat warga yakin bahwa rumah tersebut menjadi simpul awal distribusi timah ilegal yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Rumah bercat putih yang berada tak jauh dari Balai Desa Tempilang itu tampak seperti hunian biasa, namun bagi warga, tempat tersebut sejak lama dikenal sebagai “pintu pertama” aliran timah.

Pemiliknya, Bahkti, disebut sebagai kolektor atau kampel yang menampung timah dari berbagai titik lapangan. “Bahkti itu bukan penambang. Dia kolektor. Timah dari mana-mana masuknya ke dia. Kalau mau aman, ya lewat dia,” ujar seorang pemuda yang pernah bekerja di lapangan, Selasa (17/11/2025).

Ia mengaku semua warga Tempilang mengetahui pola tersebut, namun tak ada yang berani membicarakannya secara terbuka. “Yang aneh cuma satu: yang punya kewenangan berani lihat, tapi tidak berani sentuh,” katanya.

Di Air Lintang, aktivitas pengangkutan timah ilegal berlangsung hampir tanpa jeda. Mobil pickup terlihat menurunkan karung-karung hitam lusuh di sebuah tikungan sunyi, pemandangan yang disebut warga sudah menjadi bagian dari ritme harian desa. “Beginilah tiap hari. Tak ada yang aneh lagi,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.

Menurutnya, tambang ilegal seolah tidak pernah benar-benar berhenti. Meski beberapa kali dikabarkan ditutup, aktivitasnya hanya berpindah lokasi. “Dulu lebih ramai. Tapi walau katanya ditutup, tetap saja hidup, cuma pindah tempat,” lanjutnya.

Seorang penambang ilegal laut dalam di wilayah IUP Laut Tempilang mengungkap bahwa aliran timah dari darat dan laut sudah berlangsung lebih dari tujuh tahun. Ia menyebut volume timah yang masuk ke cleaning plant (CV) resmi hanya sebagian kecil dari produksi lapangan.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel