SEKILASINDONEWS.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bangka Selatan (Basel) menyampaikan keluhan terkait minimnya anggaran persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bangka Belitung 2026 yang akan berlangsung di Kota Pangkalpinang.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Bangka Selatan, Kamis (20/11/2025).
Sekretaris KONI Basel, Dody Syahrial menegaskan bahwa alokasi anggaran sebesar Rp1 miliar sangat jauh dari cukup dan mustahil mampu mendongkrak prestasi daerah pada ajang empat tahunan tersebut.
Dody mengatakan Porprov merupakan pesta olahraga paling bergengsi di tingkat provinsi. Menurutnya, ajang ini menjadi momentum besar yang hanya terjadi setiap empat tahun sekali dan selalu dinantikan para atlet serta masyarakat di kabupaten.
“Porprov ini pesta olahraga masyarakat. Empat tahun sekali baru dilaksanakan, selesai ini hilang momentumnya. Sayang kalau momen ini membuat kita tidak bisa ikut atau bahkan tidak mengirim atlet hanya karena anggaran yang minim,” ujar Dody dalam forum RDP.
Ia menuturkan bahwa hampir seluruh pengurus KONI Basel saat ini merupakan mantan atlet atau pelaku olahraga aktif, sehingga memahami bagaimana proses pembinaan yang benar.
Karena itu, ia menilai tidak pantas jika Bangka Selatan sampai terkendala hanya karena keterbatasan anggaran.
“Kami di KONI ini bisa dibilang semuanya adalah pelaku olahraga. Pernah menjadi atlet, termasuk saya yang pernah menyumbang emas dan perak pada 2014. Malu rasanya kalau nanti Bangka Selatan tidak mampu mengirim atlet hanya karena anggaran Rp1 miliar. Itu tidak masuk akal bagi kami,” katanya.
Dody menjelaskan bahwa KONI juga telah mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp15 miliar untuk persiapan Porprov 2026. Anggaran tersebut dialokasikan untuk sekretariat, pembinaan atlet, honor pelatih dan atlet, perlengkapan bertanding, transportasi, akomodasi, konsumsi, hingga bonus atlet.
Pada Porprov nanti, sebanyak 26 cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Seluruh cabor itu direncanakan akan dikirim untuk ikut serta pada ajang tersebut. Sementara cabang olahraga yang dibina KONI Bangka Selatan saat ini ada 31 cabor.
“Cabor yang di pertandingkan di Porprov nanti ada 26. Kalau 26 cabor itu kita kirim semua, totalnya diperkirakan mencapai 572 orang, itu mencakup atlet, pelatih, sampai official. Artinya dengan jumlah sebanyak itu, mustahil anggaran Rp1 miliar bisa menopang kebutuhan mereka. Belum lagi untuk biaya latihan dan program training center yang berlangsung berbulan-bulan,” ujarnya.
Dody juga menyinggung hasil kurang memuaskan pada Porprov sebelumnya, di mana Bangka Selatan harus puas berada di posisi juru kunci. Ia menegaskan bahwa minimnya anggaran selalu berbanding lurus dengan minimnya prestasi.














