SEKILASINDONEWS.COM – Dua bos timah ternama di Toboali, Afat dan Cen Khiong, menjalani pemeriksaan maraton lebih dari 10 jam di Kejaksaan Negeri Bangka Selatan (Kejari Basel), pada Selasa (9/12/2025) kemarin.
Keduanya diperiksa intensif oleh penyidik dihari yang sama terkait dugaan korupsi tata kelola pertambangan timah di wilayah IUP PT Timah Tbk Bangka Selatan periode 2015-2022 yang kini telah resmi naik ke tahap penyidikan.
Afat dan Cen Khiong dipanggil setelah nama mereka disebut-sebut ikut terseret dalam dugaan penyimpangan tata kelola tambang timah yang diduga menyebabkan kerugian negara hingga ratusan miliar rupiah. Pemeriksaan dilakukan ketat, dengan penyidik menggali detail aktivitas bisnis, alur produksi, hingga dugaan peran keduanya dalam jaringan pengelolaan timah yang kini menjadi sorotan nasional.
Kedua cukong timah tersebut diperiksa sejak pagi hingga berakhir tengah malam. Keduanya diperiksa di ruang terpisah. Cen Khiong menjalani pemeriksaan di ruang Intelijen Kejari Basel, sementara Afat diperiksa penyidik Pidana Khusus (Pidsus) di lantai berbeda.
Dalam pemeriksaan intensif tersebut, Bos Afat dan Cen Khiong dicecar puluhan pertanyaan oleh penyidik terkait alur pengelolaan timah dan dugaan keterlibatan mereka dalam praktik bisnis yang merugikan negara. Mereka juga diminta membawa dokumen-dokumen yang diduga berkaitan dengan alur pengelolaan timah serta kerja sama antara mitra usaha dengan perusahaan PT Timah Tbk.
Pemeriksaan panjang ini menandai semakin dalamnya proses penyidikan salah satu skandal pertimahan terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selain Afat dan Cen Khiong, sejumlah pejabat internal PT Timah Tbk serta para bos tambang timah kelas kakap di Toboali juga masuk dalam radar penyidik Pidsus.
















