SEKILASINDONEWS.COM – Mirnawati alias Eka alias Yesi (39), korban penganiayaan bersenjata tajam di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, akhirnya angkat bicara. Ia memberikan klarifikasi tegas terkait pemberitaan yang menyebut pelaku penganiayaan merupakan mantan kekasihnya.
Mirnawati membantah keras narasi tersebut. Ia menegaskan tidak pernah menjalin hubungan asmara dengan pelaku penganiayaan berinisial Ander alias Endar (28), pria pendatang asal Desa Sungai Somor, Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
“Terkait pemberitaan di salah satu media yang menyebut pelaku adalah mantan kekasih saya, itu perlu saya luruskan. Saya tidak pernah pacaran atau memiliki hubungan khusus dengan pelaku. Kami hanya teman biasa, tidak lebih,” tegas Mirnawati saat menghubungi redaksi sekilasindonews.com, pada Selasa (30/12/2025) malam.
Kasus penganiayaan tersebut terjadi pada Selasa (23/12/2025) sekitar pukul 17.30 WIB, di rumah kontrakan Mirnawati di Jalan Kolong 2, Kelurahan Toboali, Kecamatan Toboali. Dalam peristiwa itu, Mirnawati mengalami luka di lengan kiri akibat sabetan pisau, saat berusaha menghalangi pelaku yang hendak menyerang suaminya.
Atas kejadian tersebut, pelaku telah diamankan Satreskrim Polres Bangka Selatan dan ditetapkan sebagai tersangka. Berdasarkan keterangan dari rilis kepolisian, aksi penganiayaan yang dilakukan oleh Ander alias Endar dengan modus rasa cemburu.
Namun, Mirnawati mengaku terkejut setelah membaca dan melihat unggahan pemberitaan di media sosial yang menyebut dirinya memiliki hubungan asmara dengan pelaku. Menurutnya, narasi tersebut tidak pernah ia sampaikan dan tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
“Saya tidak pernah mengatakan atau membenarkan kalau saya punya hubungan khusus dengan pelaku. Bahkan saya tidak pernah ditanya atau memberikan keterangan seperti itu,” ujarnya.
Mirnawati menjelaskan, kedekatannya dengan pelaku selama ini murni sebatas hubungan sosial dan kemanusiaan. Ia mengaku telah lama mengenal keluarga pelaku, termasuk orang tua pelaku, namun tidak pernah memiliki hubungan spesial.
“Orang tua pelaku pernah datang dari seberang. Karena bapaknya sakit, saya jemput di pelabuhan dan membantu mengantar berobat ke klinik dekat rumah. Itu murni karena kemanusiaan, bukan karena hubungan apa pun,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa sejak awal pelaku sudah mengetahui status dirinya yang telah memiliki pasangan. Bahkan, pelaku mengenalnya saat ia masih menjalin hubungan dengan suaminya sebelum menikah.
“Saya berteman dengan siapa pun memang seperti itu. Selama bisa membantu, saya bantu. Kalau pelaku salah mengartikan kebaikan saya atau punya perasaan sendiri, itu bukan urusan saya,” tegas Mirnawati.
Lebih lanjut, Mirnawati mengaku tidak mengetahui motif pelaku yang tiba-tiba datang ke rumahnya sambil membawa senjata tajam. Ia bahkan tidak menyangka pelaku berniat menyerang suaminya.
“Saya benar-benar tidak tahu apa masalahnya. Dia datang tiba-tiba membawa pisau dan ingin menyerang suami saya. Karena panik dan khawatir dengan nyawa suami saya, saya refleks menghalangi, sampai akhirnya lengan kiri saya terkena pisau,” ungkapnya.
















