Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
BeritaKab. Bangka Barat

Wabup Yus Derahman Resmi Buka Festival Dodol Bergema, Tradisi Unik Sambut Ramadan di Bangka Barat

×

Wabup Yus Derahman Resmi Buka Festival Dodol Bergema, Tradisi Unik Sambut Ramadan di Bangka Barat

Sebarkan artikel ini
Wabup Yus Derahman Resmi Buka Dodol Bergema, Tradisi Unik Sambut Ramadan di Bangka Barat

Wabup Yus Derahman Resmi Buka Festival Dodol Bergema, Tradisi Unik Sambut Ramadan di Bangka Barat

SEKILASINDONEWS.COM – Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derahman secara resmi membuka Festival Dodol Bergema 2026 yang digelar di Lapangan Sepak Bola Ghorib, Desa Penyampak, Kecamatan Tempilang, Selasa (27/1/2026).

Festival budaya tahunan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian tradisi masyarakat dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Dodol Bergema dikenal sebagai tradisi khas Desa Penyampak yang tidak ditemukan di daerah lain di Bangka Belitung.

Ritual memasak dodol secara massal ini rutin digelar setiap bulan Sya’ban atau Ruahan dalam kalender Islam Melayu Bangka, sebagai bentuk syukur sekaligus penguatan ikatan sosial masyarakat.

Dalam sambutannya, Yus Derahman menegaskan bahwa Dodol Bergema bukan sekadar agenda seremonial, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai historis dan sosial tinggi bagi Bangka Barat.

“Tradisi Dodol Bergema ini sangat unik dan menjadi identitas masyarakat Penyampak. Tidak ada di daerah lain, bahkan di tingkat provinsi. Karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya,” ujar Yus Derahman.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Kabupaten Bangka Barat telah menetapkan Dodol Bergema sebagai adat istiadat kebudayaan daerah.

Penetapan tersebut menjadi langkah strategis agar tradisi ini memiliki perlindungan dan keberlanjutan di tengah perubahan zaman.

Menurut Yus Derahman, keberadaan tradisi lokal seperti Dodol Bergema juga membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

“Kegiatan ini bukan hanya soal budaya, tapi juga potensi daerah. Tradisi seperti ini bisa menjadi daya tarik wisata sekaligus mendorong tumbuhnya usaha kecil masyarakat,” katanya.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional