Ruah Cup Tempilang 2026 Jadi Panggung Kebangkitan Sepak Bola Desa Bangka Barat
Penulis: Belva Al Akhab dan Satrio
SEKILASINDONEWS.COM – Riuh sorak ribuan warga yang menggema di Lapangan Persit Air Lintang, Kamis (5/2/2026), menjadi penanda bahwa sepak bola desa di Bangka Barat sedang menemukan kembali denyutnya.
Ruah Cup Tempilang 2026 bukan hanya turnamen tahunan, melainkan panggung kebangkitan talenta lokal yang selama ini tumbuh di lapangan-lapangan kampung.
Semifinal turnamen paling bergengsi di tingkat desa itu menyajikan dua laga penuh emosi. Himawari Desa Labu lolos ke final setelah mengatasi Rajawali Desa Ranggung lewat adu penalti 4–3. Sementara Persiraja Desa Jelutung melenggang lebih mulus usai menekuk Bayangtara Desa Tiangtarah dengan skor 2–0.
Sejak siang hari, arus penonton mengalir tanpa henti menuju arena pertandingan. Pedagang minuman berjajar di tepian lapangan, anak-anak berlarian membawa bendera kecil, dan para orang tua duduk berdesakan di tribun sederhana. Atmosfer itu mengingatkan bahwa sepak bola masih menjadi hiburan utama sekaligus identitas kolektif masyarakat Tempilang.
Laga Himawari Labu melawan Rajawali Ranggung berlangsung ketat. Kedua tim bermain disiplin dengan tempo tinggi. Beberapa peluang emas tercipta, namun kokohnya barisan pertahanan membuat skor bertahan 0–0 hingga waktu normal usai. Wasit Abu Hanifah beberapa kali harus meniup peluit panjang untuk meredam tensi, termasuk mengeluarkan tiga kartu kuning.
Drama sesungguhnya terjadi pada adu penalti. Empat algojo Himawari tampil tenang, sedangkan satu penendang Rajawali gagal menaklukkan kiper lawan. Para suporter Himawari langsung meledak dalam selebrasi, memeluk pemain yang terjatuh ke rumput.
















