Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
BeritaKab. Bangka Barat

Dulu Bocor dan Nyaris Roboh, Rumah Iwan di Desa Penutuk Direhab TMMD, Kini Tak Cemas Lagi Saat Hujan

×

Dulu Bocor dan Nyaris Roboh, Rumah Iwan di Desa Penutuk Direhab TMMD, Kini Tak Cemas Lagi Saat Hujan

Sebarkan artikel ini
Dulu Bocor dan Nyaris Roboh, Rumah Iwan di Desa Penutuk Direhab TMMD, Kini Tak Cemas Lagi Saat Hujan
Iwan (45), pemilik rumah yang direhab oleh Satgas TMMD Kodim 0432 Bangka Selatan. (Foto: Angga)

Dulu Bocor dan Nyaris Roboh, Rumah Iwan di Desa Penutuk Direhab Satgas TMMD, Kini Tak Cemas Lagi Saat Hujan

SEKILASINDONEWS.COM – Setiap kali langit di Desa Penutuk menggelap, dada Iwan (45) selalu ikut sesak. Hujan deras bukan hanya tentang dinginnya malam di Pulau Lepar, tetapi tentang ember-ember yang harus dipindahkan, anak yang digeser menjauh dari tetesan air, dan dinding kayu lapuk yang berderit diterpa angin laut.

Rumah itu nyaris roboh.

Atapnya bocor di banyak titik. Lantainya lembap dan tak lagi rata. Jika angin kencang datang dari laut, dinding rumah bergetar seperti tak sanggup bertahan lebih lama. Di sanalah Iwan membesarkan keluarganya, menyimpan harapan sekaligus menahan cemas setiap musim hujan tiba.

Namun kini, ketakutan itu perlahan memudar.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 yang digelar Kodim 0432/Bangka Selatan, rumah Iwan di Desa Penutuk, Kecamatan Pulau Lepar, Kabupaten Bangka Selatan, direhabilitasi. Hunian yang dulu nyaris ambruk kini berdiri lebih kokoh dan layak ditempati.

“Kalau hujan deras, tidur pun tidak tenang. Atap bocor,” kenang Iwan saat ditemui awak media di kediamannya, Sabtu (28/2/2026).

Ketika Satgas TMMD pertama kali meninjau rumahnya, kondisinya memprihatinkan. Kayu penyangga mulai keropos. Beberapa bagian lantai sudah rapuh. Cahaya matahari menembus celah atap yang tak lagi utuh.

Proses pengerjaan tak selalu berjalan mulus. Cuaca Pulau Lepar sering berubah cepat. Hujan tiba-tiba turun dan menghentikan aktivitas. Namun begitu matahari kembali muncul, para prajurit kembali bekerja tanpa banyak jeda.

Di sela-sela kesibukan itu, Iwan kerap berdiri memandangi rumahnya yang perlahan berubah. Matanya berkaca-kaca mengingat malam-malam panjang ketika harus memindahkan anaknya agar tak terkena tetesan air hujan.

Pasang Iklan
Akses Terus Biar Update
Iduladha PWI Bangka Selatan Iduladha Pemkab Basel Iduladha DPRD Basel