SEKILASINDONEWS.COM – Anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Bangka Belitung , Rudianto Tjen, menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat guna mendorong pengembangan kawasan wisata Simpang Lima Toboali, Bangka Selatan, dan Lapangan Merdeka, menjadi destinasi unggulan daerah.
Langkah itu dinilai penting di tengah keterbatasan kemampuan APBD setempat. Rudianto Tjen menegaskan, keterbatasan APBD tidak boleh menjadi alasan stagnasi pembangunan, terutama di sektor pariwisata yang menyentuh langsung perputaran ekonomi masyarakat.
Ia mengatakan, setelah Lebaran Idulfitri nanti dirinya berencana mengajak Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, serta jajaran pemerintah daerah untuk bertemu dengan ketua-ketua komisi di DPR RI, khususnya dari Fraksi PDI Perjuangan.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk membuka ruang dialog terkait peluang anggaran pusat yang bisa dibawa pulang untuk mendukung sektor pariwisata.
“Anggaran daerah memang sudah turun di awal tahun, tapi masih banyak program di tingkat pusat yang bisa kita perjuangkan. Tugas saya mengajak Pak Bupati dan jajaran untuk berdialog langsung dengan komisi-komisi di DPR RI agar ada dukungan konkret untuk Bangka Selatan, khususnya pengembangan Simpang Lima Toboali,” ujar Rudianto Tjen, usai menghadiri buka puasa bersama anak yatim di Rumah Dinas Bupati Bangka Selatan, Senin (2/3/2026) malam.
Ia menegaskan, pengembangan kawasan tersebut sangat potensial, terlebih kini telah hadir sejumlah wahana hiburan seperti biang lala, rainbow slide, dan gokart.
Menurutnya, kehadiran fasilitas itu harus diperkuat agar masyarakat Bangka Selatan tidak perlu jauh-jauh ke Pangkalpinang untuk menikmati sarana hiburan, sekaligus menarik lebih banyak wisatawan berkunjung ke daerah tersebut.
“Kita ingin masyarakat punya pilihan hiburan di daerah sendiri. Kalau fasilitasnya bagus, orang luar juga akan tertarik datang,” katanya.
Ia menilai, jarak Bangka Selatan yang cukup jauh dari Pangkalpinang membuat kebutuhan akan pusat hiburan dan ruang publik representatif menjadi penting. Karena itu, pengembangan Simpang Lima Toboali harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Bangka Selatan ini jaraknya jauh dari Pangkalpinang yang punya akses wahana hiburan lebih banyak. Maka dari itu, daerah ini juga harus punya fasilitas yang bagus. Supaya masyarakat tidak perlu jauh-jauh keluar daerah dan wisatawan juga makin tertarik datang,” ujar Rianto Tjen.
Rudianto menambahkan, dukungan terhadap sektor pariwisata bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, pedagang kaki lima, hingga sektor jasa lainnya yang tumbuh di sekitar kawasan wisata.














