Scroll untuk baca artikel
Pasang Iklan
WhatsApp-Image-2025-12-25-at-11.08.00
HUT Basel ke-23
Berita

Pemerintah Siapkan Strategi Kurangi Impor LPG, DME hingga CNG Jadi Opsi

×

Pemerintah Siapkan Strategi Kurangi Impor LPG, DME hingga CNG Jadi Opsi

Sebarkan artikel ini

Sekilasindonews.com JAKARTA – Pemerintah terus mengupayakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Salah satu fokus yang kini tengah dibahas adalah mencari alternatif pengganti LPG yang lebih berbasis pada sumber daya dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa tingginya konsumsi LPG nasional menjadi tantangan besar.

Dari total konsumsi sekitar 8,6 juta ton per tahun, produksi dalam negeri hanya mampu memenuhi sekitar 1,6 hingga 1,7 juta ton, sementara sisanya, sekitar 7 juta ton, masih harus dipenuhi melalui impor.

Menurutnya, kondisi ini merupakan dampak dari kebijakan konversi minyak tanah ke LPG di masa lalu yang belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah kini mengkaji berbagai opsi substitusi. Bahlil menyebut, pihaknya terus melakukan evaluasi mendalam terhadap potensi sumber energi alternatif, bahkan hingga larut malam.

“Untuk LPG ini kita putar otak terus. Hampir tiap malam tidak kita istirahat, kita mengkaji sumber-sumber LPG-nya,” katanya di di Istana Negara, Jakarta, Senin (27/4).

Salah satu kendala utama dalam pengembangan industri LPG domestik adalah keterbatasan bahan baku, yakni komponen C3 dan C4 yang produksinya tidak terlalu besar di Indonesia. Karena itu, pemerintah mulai melirik opsi lain yang lebih memungkinkan.

Alternatif pertama yang tengah didorong adalah pengembangan Dimethyl Ether (DME) berbasis batu bara kalori rendah. Melalui proses hilirisasi, batu bara dapat diolah menjadi DME yang berfungsi sebagai substitusi LPG.

“Kalau DME itu dari batu bara low calorie, kemudian dia dilakukan hilirisasi, dan dia menjadi substitusi pengganti daripada LPG,” jelas Bahlil.

Akses Terus Biar Update
Hari Guru Nasional